logo blog
Selamat Datang Di Blog Seputar Informasi
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Seputar Informasi,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi bagi kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Syari'at, Thoriqoh, Haqikat, Ma'rifat

Kalau Tuhan tidak wujud di dalam ibadah, lama kelamaan, Tuhan akan semakin jauh, apalagi kalau tujuan dan niat ibadah itu hanya untuk dipuji, disanjung, dan karena sebab-sebab lain yang berbentuk duniawi. Sudah tentu ia tidak akan bernilai apa-apa. Malahan ibadah seperti ini akan Allah lemparkan kembali ke muka pengamalnya beserta dengan laknat-Nya. Semakin banyak dia beribadah, semakin merasa angkuh, riya', merasa diri lebih mulia, merasa diri lebih baik dan sebagainya. semakin banyak dia beribadah, semakin memandang orang lain hina dan tidak berguna. Beramal dalam Islam ada tertibnya. Berawal dari Syari'at, kemudian dengan Thoriqoh, diikuti pula dengan Haqikat dan diakhiri dengan Ma'rifat.

Syari'at : Ini adalah ilmu  yang melibatkan ilmu tentang peraturan, hukum-hakam, halal haram, sah batal dan sebagainya. Ilmu perlu dalam beramal. Tanpa ilmu, kita tidak tahu bagaimana akan beramal menurut cara yang Tuhan mau. Kalaupun kita sudah cinta dan takut dengan Tuhan dan kita terdorong untuk menyembah-Nya, kita tidak boleh berbuat demikian ikut sesuka hati kita atau ikut cara yang kita buat sendiri. kita mesti ikut cara yang ditetapkan oleh Islam dan kita harus belajar. Amalan tanpa ilmu itu akan di tolak. Ilmu atau syari'at ini ibarat biji benih.
Thoriqoh : Ini adalah peringkat menghidupkan ilmu menjadi amalan secara istiqomah dan bersungguh-sungguh, dipahami, dihayati. Ilmu [syari'at] yang ada perlu dilaksanakan. Pengamalan ilmu ini dinamakan juga Thoriqoh wajib dan ia tidak sama maksudnya dengan Thoriqoh sunah yang mengandung wirid-wirid dan dzikir-dzikir yang menjadi amalan setengah pengamal-pengamal sufi. Thoriqoh ini ibarat kita menanam biji benih tadi [syari'at] hingga ia bercambah, tumbuh dan menjadi sebatang pokok yang bercabang dan berdaun.
Haqikat : Haqikat adalah buah. Setelah kita ada syari'at, kemudian kita amalkan syari'at itu hingga ia naik ke peringkat Thoriqoh , yaitu ia menjadi sebatang pokok yang  bercabang dan berdaun, maka kalau cukup syarat-syaratnya maka pokok itu akan menghasilkan buah. Buah Thoriqoh  adalah akhlak dan peningkatan peringkat nafsu atau pencapaian maqom-maqom mahmudah. Bisa jadi ia menghasilkan maqom sabar, maqom ridho, maqom tawakkal, maqom tawadhu', maqom syukur dan berbagai maqom lain, atau bisa jadi akan terhasil beberapa maqom berbeda dari satu pokok yang sama. Haqikat juga adalah satu perubahan jiwa atau perubahan peringkat nafsu hasil dari syari'at dan Thoriqoh yang dibuat dengan bersungguh-sungguh, istiqomah, paham dan dihayati.
Ma'rifat : Ini adalah hasil dari Haqikat, yaitu hal-hal Haqikat yang dapat dirasai secara istiqomah. Ia adalah satu tahap kemajuan rohaniah yang tertinggi hingga dapat benar-benar mengenal Allah dan rahasia- rahasia-Nya. Orang yang sudah sampai ke tahap ini di beri gelar Al Arifbillah.

Kalau kita lihat dengan teliti, tertib dalam amalan ini berawal dari yang lahir dan berakhir dengan yang batin. Syari'at dan Thoriqoh itu terletak dalam kawasan lahir. Haqikat dan ma'rifat  menjangkau ke alam batin yaitu ke dalam hati dan rohani. Kita juga dapat lihat bahawa peringkat syari'at dan Thoriqoh adalah peringkat-peringkat yang agak mudah untuk dicapai karena hanya melibatkan usaha lahir. Tetapi untuk mencapai peringkat Haqikat dan ma'rifat agak lebih sulit dan lebih rumit. kesulitan ini ialah karena pertama memerlukan istiqomah dalam beramal dan kedua karena memerlukan juga amalan batin atau amalan hati atau apa yang dinamakan hikmah. Amalan yang berhikmah ialah amalan yang dihayati dan dijiwai, yang mempunyai roh dan rasa-rasa. Tanpa kedua perkara ini yaitu istiqomah dan hikmah, Thoriqoh tidak akan dapat melonjak ke peringkat Haqikat dan seterusnya ke peringkat ma'rifat. Itu sebabnya banyak orang yang  berjaya sampai ke peringkat Thoriqoh yaitu bisa berilmu dan beramal tetapi terhenti di situ sampai  tua tanpa dapat meningkat ke peringkat Haqikat. Sudah beramal selama puluhan tahun tetapi tidak juga lahir akhlak dan tidak juga dapat mencapai maqom-maqom mahmudah. Dalam artikata yang lain, mereka sudah beribadah berpuluh-puluh tahun tetapi ibadah mereka belum menghasilkan buah yaitu akhlak.
Masukan Email Untuk Berlangganan Artikel Dari Seputar Informasi.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »
Copyright © 2016. Seputar Informasi - All Rights Reserved | TV Streaming | Template | Di Obrak Abrik Oleh Ramaja Gandhi